Minggu, 23 Maret 2014

Fpi Bangsat Sekali (Baca selangkapnya)

  FPI memang sangat meresahkan para preman dan juga para pemilik tempat tempat prostitusi,mengapa demikian ? Karena tempat mencari nafkah bagi para pemilik diskotik dan sarang jablay menjadi terganggu.

  FPI (Front Pembela Islam) adalah sebuah organisasi islam yang tegas. Apabila anda termasuk seorang pembenci FPI, maka saya sarankan untuk mengenal FPI lebih jauh lagi. Karna saya dulunya seorang pembenci FPI namun setelah saya mengenal sosok asli dari FPI sesungguhnya saya merasa sangat bersalah karna membenci organisasi tersebut.Padahal ternyata organisasi FPI tidak seperti yang diberitakan pada TV maupun situs situs berita pada umumnya.

  Inilah yang menjadikan latar belakang membuat blog yang berisi tentang FPI dan seluk beluk mengenai FPI dan mengapa FPI disudutkan oleh media media di negara tercinta ini. Saya ucapkan terimakasih untuk Anda udah membuka blog ini. Saya harapkan Anda adalah org yang kritis ga termakan isyu dimedia.

  Beberapa dari Anda mungkin menyangka:
- Saya seorang pembohong
- Saya seorang anggota fpi yang sedang membuat pencitraan baru
- Saya adalah seorang yang memanfaatkan keburukan dari fpi untuk mendapatkan keuntungan dari dunia maya.

Saya ucapkan bahwa ANDA SALAH jika berfikir seperti demikian.
1. Saya memberikan informasi pada blog ini adalah fakta. Bisa Anda survei didunia maya maupun mendatangi langsung lokasi kejadian.Tanyakan langsung pada warga.

2. Saya bukan seorang anggota FPI , saya merasa tergerak untuk memberi tahu hal sebenarnya mengenai FPI

3. Yang saya tuliskan dalam blog ini bukanlah sebuah pencitraan. Anda dapat membuktikan kebenaran tentang apa yang saya tulis disini.

4. Saya tidak memanfaatkan blog ini untuk mengais rezeki didunia maya. Semata-mata untuk memberi sosialisai mengenai sosok FPI sebenarnya.

   Semoga Anda bisa mengambil manfaat positif melalui blog ini,dan semoga kita para umat muslim bisa bersatu kembali untuk membangun kemakmuran negara tercinta ini. Aamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar